0 Comments


Ringkasan: Tari Saman adalah tarian tanpa alat musik dari suku Gayo, Aceh, yang mengandalkan tepuk tangan, tepuk dada, dan syair. UNESCO memasukkannya ke Daftar Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak pada 24 November 2011.

Apa itu Tari Saman?

Tari Saman Aceh, Warisan Dunia yang Lahir dari Seribu Tangan

Tari Saman adalah tarian tradisional suku Gayo dari dataran tinggi Gayo, Aceh, yang dibawakan tanpa iringan alat musik apa pun. Kekompakannya lahir dari tepuk tangan, tepuk dada, tepuk paha, dan syair yang dinyanyikan sendiri oleh para penari. UNESCO mengakuinya sebagai warisan budaya takbenda pada 24 November 2011.

Mengapa Tari Saman Penting di 2026?

Tari Saman Aceh, Warisan Dunia yang Lahir dari Seribu Tangan

Pengakuan UNESCO terhadap Tari Saman bukan sekadar penghargaan simbolis. Menurut kajian di jurnal Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tari Saman ditetapkan pada sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda di Bali. Status resminya adalah Daftar Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak, bukan sekadar Daftar Representatif biasa — menurut penelusuran ISI Yogyakarta dan Universitas Katolik Parahyangan. Kategori ini diberikan karena regenerasi penari Saman melambat, dan banyak pemegang tradisi lisan Gayo Lues berusia lanjut tanpa penerus.

Artinya, setiap kali Tari Saman ditampilkan hari ini — di sekolah, kampus, atau festival budaya seperti yang diulas di festival seni Islami Acehpertunjukan itu turut menjaga status pelestarian yang mendesak tersebut.

Asal-Usul: Dari Permainan Rakyat Menjadi Simbol Bangsa

Tari Saman Aceh, Warisan Dunia yang Lahir dari Seribu Tangan

Tari Saman lahir dari kreativitas ulama Gayo bernama Syekh Saman, yang berasal dari Aceh Tenggara. Menurut buku Mengenal Kesenian Nasional 11: Tari Saman yang dikutip detikEdu, Syekh Saman mengembangkan tarian ini dari permainan rakyat setempat, lalu menyisipkan syair pujian kepada Allah SWT sebagai media dakwah.

Suku Gayo sendiri mendiami wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, menurut catatan detikEdu. Pada masa awal, tarian ini hanya dibawakan laki-laki dengan jumlah tak lebih dari 10 penari. Seiring waktu, jumlah penari bertambah dan penari perempuan pun mulai ikut menampilkannya.

Tari Saman baru dikenal luas secara nasional setelah tampil di Pekan Kebudayaan Aceh ke-2 pada 1972, lalu di pembukaan Taman Mini Indonesia Indah pada 1974, menurut Good News From Indonesia. Sejak itu, tarian ini rutin diundang ke panggung internasional seperti Spanyol, Malaysia, dan Prancis.

Yang Membedakan Tari Saman dari Tarian Aceh Lainnya

Tari Saman Aceh, Warisan Dunia yang Lahir dari Seribu Tangan

Banyak orang menyamakan Tari Saman dengan Tari Ratoh Jaroe karena sama-sama berasal dari Aceh. Padahal keduanya berbeda secara mendasar. Tari Ratoh Jaroe diiringi musik dan dibawakan penari perempuan dalam jumlah genap, diciptakan oleh Yusri Saleh. Tari Saman justru dibawakan tanpa alat musik sama sekali, oleh penari dalam jumlah ganjil.

Perbedaan tanpa-instrumen ini juga membuat Tari Saman unik dibanding tarian tanpa musik lain di Nusantara, seperti Tari Kecak dari Bali yang juga mengandalkan suara vokal penarinya sendiri.

Elemen Vokal dan Pola Lantai Tari Saman

Tari Saman Aceh, Warisan Dunia yang Lahir dari Seribu Tangan

Kajian di jurnal Universitas Palangka Raya mengidentifikasi lima elemen vokal inti dalam Tari Saman. Kelima elemen ini menjadi fondasi ritme sekaligus penyampai nilai spiritual dan moral.

Elemen VokalFungsiSumber
RengumSuara auman pembuka, penanda ritmeJurnal Tambuleng UPR, 2025
DeringAuman yang dilakukan serentak oleh semua penariJurnal Tambuleng UPR, 2025
RedetLagu pendek dinyanyikan satu penari di posisi tengahJurnal Tambuleng UPR, 2025
SyekSyair utama berisi pesan dakwah dan nasihatJurnal Tambuleng UPR, 2025
SaurSahutan balasan dari penari lainJurnal Tambuleng UPR, 2025

Selain vokal, pola lantai juga membawa makna. Menurut Gramedia, pola horizontal (shaf) melambangkan rapatnya barisan salat berjamaah. Pola vertikal menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan, sementara pola diagonal dan melengkung menunjukkan kelenturan gerak penari.

Jumlah penari tradisional berkisar 13 sampai 21 orang, meski kini disesuaikan dengan kebutuhan koreografi panggung, menurut Gramedia. Prinsip serupa soal kekompakan formasi juga bisa dilihat di filosofi tari nusantara lain yang mengangkat sosok perempuan, meski secara gerak sangat berbeda dari Saman.

Tari Saman di Panggung Dunia: Fakta yang Tercatat

Tari Saman Aceh, Warisan Dunia yang Lahir dari Seribu Tangan

Salah satu momen paling terdokumentasi adalah pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta. Sebanyak sekitar 1.600 penari menampilkan tarian bertema Saman secara kolosal, menurut catatan Good News From Indonesia dan detikEdu. Momen ini memperkuat citra Tari Saman sebagai identitas budaya yang mampu tampil dalam skala masif tanpa kehilangan presisi gerak.

Warisan kolosal semacam ini sejalan dengan semangat pelestarian yang juga terlihat pada gamelan sebagai warisan Nusantara yang masih relevan — sama-sama butuh regenerasi penerus agar tidak sekadar jadi arsip sejarah.

Cara Menyaksikan Tari Saman Langsung di Tanah Gayo

Bagi yang ingin menyaksikan Tari Saman otentik, bukan versi panggung festival di kota besar, dua daerah ini jadi pusatnya:

  1. Takengon, Aceh Tengah: dari Banda Aceh, perjalanan darat memakan waktu sekitar 8–9 jam, menurut Indonesia.travel.
  2. Gayo Lues: dijangkau lewat rute darat lanjutan dari Takengon, atau kombinasi jalur darat-udara.
  3. Alternatif udara: penerbangan Kualanamu (Medan)–Rembele (Takengon) tersedia setiap hari Kamis, dengan estimasi harga tiket sekitar Rp560.000 sekali jalan, menurut Indonesia.travel.

FAQ — Tari Saman

Apa itu Tari Saman?

Tari Saman adalah tarian suku Gayo dari Aceh yang dibawakan tanpa alat musik, mengandalkan tepuk tangan dan syair. UNESCO mengakuinya sebagai warisan budaya takbenda sejak 24 November 2011.

Kapan Tari Saman diakui UNESCO?

Pada 24 November 2011, dalam sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda di Bali. Status resminya masuk daftar yang memerlukan perlindungan mendesak.

Apa beda Tari Saman dan Tari Ratoh Jaroe?

Tari Saman tanpa musik dan dibawakan penari dalam jumlah ganjil. Tari Ratoh Jaroe memakai musik dan dibawakan penari perempuan dalam jumlah genap.


Ditulis oleh redaksi sisco78dvd.com dengan pengalaman meliput seni pertunjukan tradisional Indonesia.

Related Posts