Industri batik Indonesia tengah mengalami transformasi luar biasa di tangan Gen Z. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian yang dirilis pada Juli 2025, nilai ekspor batik pada triwulan I 2025 mencapai USD 7,63 juta, meningkat 76,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (Sumber: Kemenperin & BPS, 2025). Fenomena ini menunjukkan bahwa batik, khususnya motif klasik seperti Kawung, tidak lagi hanya identik dengan acara formal—melainkan telah bertransformasi menjadi bagian integral dari gaya streetwear modern.
Motif Kawung yang berasal dari Yogyakarta dengan pola lingkaran terinspirasi buah aren, kini tampil dalam berbagai interpretasi kontemporer. Dari hoodie batik, sneakers bermotif Kawung, hingga tote bag yang dipadukan dengan outfit monokrom, Gen Z membuktikan bahwa warisan budaya dapat hidup berdampingan dengan tren global.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana motif Batik Kawung berevolusi menjadi pilihan streetwear favorit Gen Z di 2026, strategi styling yang tepat, serta peluang bisnis di industri batik modern.
Fenomena Kebangkitan Batik di Kalangan Gen Z

Data Industri Batik Indonesia 2025-2026
Industri batik Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Gelar Batik Nusantara 2025, terdapat 5.946 industri batik yang tersebar di lebih dari 200 sentra produksi di 11 provinsi utama Indonesia (Sumber: Koran Jakarta, Oktober 2025).
Data lebih rinci dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 menunjukkan distribusi sentra batik:
- Jawa Tengah: 72 sentra (terbanyak)
- Jawa Timur: 62 sentra
- Total industri batik: 3.159 usaha terdaftar
Komposisi skala usaha batik (data BBKB Kemenperin):
- Industri mikro: 1.794 unit (terbanyak)
- Industri kecil: 815 unit
- Industri menengah: 342 unit
- Industri besar-menengah: 208 unit (data 2021)
Kinerja Ekspor Batik:
- Triwulan I 2025: USD 7,63 juta (naik 76,2% dari 2024)
- Triwulan II 2025: USD 5,09 juta (naik 27,2% dari 2024)
- Negara tujuan ekspor: Jepang, Amerika Serikat, Belanda
Peningkatan ekspor ini, menurut Kemenperin, tidak lepas dari inovasi desain, penguatan promosi, serta dukungan digitalisasi industri batik terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Gen Z dan Kesadaran Berbatik
Menperin dalam Perayaan Hari Batik Nasional 2025 menyatakan bahwa “potensi besar ada di pasar dalam negeri, seiring dengan tren di kalangan generasi muda Indonesia yang menunjukkan bahwa batik kini digunakan tidak hanya untuk acara formal, tetapi juga sebagai bagian dari fashion sehari-hari” (Sumber: ANTARA News, Juli 2025).
Transformasi ini didukung oleh beberapa faktor:
Digitalisasi dan Media Sosial: Gen Z aktif membagikan konten bertema batik di TikTok dan Instagram. Konten-konten seperti tutorial mix & match batik untuk nongkrong, atau cerita tentang filosofi motif batik dari berbagai daerah semakin populer.
Kesadaran Keberlanjutan: Menurut Fashion Revolution, kesadaran sustainable fashion terus meningkat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Batik dengan proses pembuatan berbasis tangan dianggap sebagai alternatif ramah lingkungan yang mendukung pengrajin lokal.
Inovasi Desain: Banyak brand lokal menggandeng desainer muda untuk membuat batik lebih relevan dengan gaya Gen Z. Hasilnya adalah produk batik yang tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dipakai, dipromosikan, dan dijadikan gaya hidup.
Motif Batik Kawung: Dari Klasik ke Kontemporer

Karakteristik Motif Kawung
Batik Kawung berasal dari Yogyakarta dan merupakan salah satu motif batik tertua di Indonesia. Ciri khasnya adalah pola berbentuk lingkaran yang terinspirasi dari buah aren yang dipotong melintang. Motif ini memberikan kesan sederhana namun elegan, sangat cocok untuk tampilan minimalis yang disukai Gen Z.
Filosofi Motif Kawung: Menurut filosofi Jawa, motif Kawung menyiratkan kesucian dan keadilan. Dalam konteks tradisional, motif ini bahkan memiliki aturan sosial tertentu dalam pemakaiannya.
Keunggulan Motif Kawung untuk Streetwear:
- Pola geometris yang minimalis dan modern
- Mudah dipadukan dengan berbagai gaya
- Cocok untuk warna netral maupun cerah
- Fleksibel untuk berbagai potongan pakaian
Reinterpretasi Kawung di Era Modern
Desainer batik kini melakukan reinterpretasi terhadap motif klasik Kawung dengan berbagai cara:
Perubahan Skala dan Komposisi: Motif Kawung yang biasanya berukuran standar, kini hadir dalam ukuran mini atau bahkan oversized dengan tambahan aksen warna pop color. Inovasi ini membuat motif klasik tetap berakar pada budaya namun relevan dengan tren 2026.
Kombinasi dengan Motif Modern: Menurut Albert dari UMKM batik Solo dalam media trip Tokopedia (Agustus 2024), “Untuk pasar Gen Z, kita mulai menggunakan kombinasi motif. Seperti motif burung dengan motif Kawung atau Parang. Jadi kita lebih banyak melakukan kombinasi yang membuat batik itu terasa lebih ringan untuk dipakai sehari-hari” (Sumber: IDN Times, 2024).
Eksplorasi Warna: Batik Kawung tidak lagi terbatas pada warna cokelat keemasan (sogan) tradisional. Kini tersedia dalam:
- Warna pastel (baby blue, lilac, nude)
- Warna netral (beige, abu-abu, putih, hitam)
- Warna cerah dan neon untuk kesan playful
- Monokrom untuk gaya minimalis
Tren Fashion Gen Z 2026: Posisi Batik Kawung

Strive Style 2026: Fashion Berkelanjutan
Berdasarkan analisis Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang, tren fashion 2026 diprediksi akan didominasi oleh “Strive Style” – gaya berbusana yang menggabungkan kenyamanan, tanggung jawab, dan ekspresi diri (Sumber: Inibaru.id, Januari 2026).
Ketua IFC Semarang, Sudarna Suwarsa menjelaskan: “Asosiasi mengeluarkan buku tren. Jadi, kecenderungan fashion itu sudah ditawarkan setahun sebelumnya. Tahun 2025 kami mengadakan fashion show untuk menganalisis dan memprediksi tren 2026”.
Karakteristik Strive Style 2026:
- Fashion berkelanjutan (sustainable fashion)
- Penggunaan material ramah lingkungan
- Pewarna alami
- Pengurangan produksi massal
- Warna-warna bumi dan palet lembut terinspirasi alam
Relevansi Batik Kawung dengan Strive Style: Batik Kawung sangat selaras dengan Strive Style karena:
- Proses produksi ramah lingkungan
- Mendukung pengrajin lokal
- Tersedia dengan pewarna alami
- Desain yang timeless dan tidak cepat ketinggalan zaman
Streetwear dan Batik: Perpaduan Sempurna
Streetwear tetap menjadi tulang punggung gaya Gen Z di 2026. Menurut laporan POPERS.ID (Mei 2025), pakaian oversized seperti hoodie, celana kargo, dan sepatu kets besar mendominasi tren streetwear.
Integrasi Batik Kawung dalam Streetwear:
- Hoodie dengan motif Kawung
- Jaket bomber batik oversized
- Celana cargo dengan aksen batik
- Sneakers dengan detail motif Kawung
- Tote bag dan bucket hat batik
Kombinasi antara batik dan streetwear mampu memperluas target market, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Para kreator konten fashion mulai memanfaatkan tren ini sebagai peluang bisnis.
Tren Fashion Lainnya yang Mendukung Batik Kawung
Y2K dan Nostalgia: Menurut TrendSpotter Worldwide (2025), penjualan item fashion Y2K meningkat 40% secara global. Batik Kawung dapat diintegrasikan dalam gaya Y2K melalui crop top batik dengan celana jeans low-rise.
Minimalis Klasik: Tren “dress well” Gen Z yang fokus pada model pakaian sederhana dengan bahan berkualitas sangat cocok dengan karakter motif Kawung yang elegan namun tidak berlebihan (Sumber: ANTARA News, Februari 2025).
Eco-Streetwear: Brand-brand fashion lokal dan global gencar membuat koleksi dari bahan daur ulang dan organik. Batik Kawung dengan pewarna alami menjadi pilihan sempurna untuk tren eco-streetwear (Sumber: NgePop!, Mei 2025).
Cara Styling Batik Kawung untuk Berbagai Acara

Outfit Kasual Sehari-hari
Mix & Match Streetwear:
- Kemeja Batik Kawung Oversized + Kaos Putih Polos + Jeans
- Pilih kemeja batik Kawung dengan warna netral
- Layer di atas kaos putih basic
- Padukan dengan jeans straight cut atau mom jeans
- Tambahkan sneakers putih untuk kesan fresh
- Crop Top Batik Kawung + Celana Cargo
- Cocok untuk Gen Z yang suka gaya feminin dan playful
- Padukan dengan celana cargo high waist
- Tambahkan sneakers chunky atau sandal minimalis
- Aksesori: mini shoulder bag atau crossbody
- Hoodie Batik Kawung + Celana Jeans
- Pilih hoodie dengan motif Kawung digital print
- Padukan dengan celana jeans longgar (relaxed-fit)
- Sneakers sustainable untuk tampilan eco-conscious
- Topi bucket hat polos untuk balance
Outfit Semi-Formal
Tampilan Kampus atau Kerja Kasual:
- Blazer Batik Kawung + Kaus Basic + Celana Bahan
- Blazer batik Kawung warna monokrom (hitam, navy, atau abu-abu)
- Layer dengan kaus tipis atau turtleneck
- Celana bahan tailored fit
- Loafer atau oxford shoes
- Dress Batik Kawung A-line + Cardigan
- Dress batik Kawung dengan potongan simple
- Cardigan rajut oversized untuk layering
- Sneakers putih untuk kesan effortless
- Ransel kecil atau mini backpack
- Kemeja Batik Kawung Slim Fit (untuk Pria)
- Kemeja batik Kawung dengan potongan modern
- Celana chino atau celana bahan
- Sepatu kulit casual
- Jam tangan minimalis
Outfit Acara Formal
Event atau Acara Resmi:
- Setelan Batik Kawung (untuk Wanita)
- Setelan blazer dan rok/celana batik Kawung
- Pilih warna soft pastel atau netral
- High heels atau kitten heels
- Clutch minimalis
- Aksesori anting kecil atau kalung tipis
- Kemeja Batik Kawung + Celana Bahan (untuk Pria)
- Kemeja batik Kawung dengan motif rapat
- Celana bahan warna gelap (hitam/navy)
- Sepatu pantofel kulit
- Ikat pinggang leather
- Jam tangan formal
- Dress Batik Kawung Model Wrap atau Shift
- Dress batik Kawung dengan siluet elegan
- Heels nude atau warna senada
- Statement earrings atau kalung
- Clutch elegant
Tips Styling Ala Gen Z
Prinsip Mix & Match:
- Balance volume: Jika atas oversized, bawah fitted (dan sebaliknya)
- Color blocking: Padukan batik Kawung dengan warna solid yang senada
- Layering: Gunakan batik sebagai outer atau inner untuk dimensi
- Aksesori statement: Biarkan batik jadi fokus atau tambahkan aksesori bold
Pilihan Warna yang Mudah Dipadukan: Menurut tren 2026 dari Indonesian Fashion Chamber:
- Putih keabu-abuan dengan campuran biru (seperti warna langit)
- Warna bumi: cokelat, krem, hijau
- Monokrom: hitam, putih, abu-abu
- Pastels: pink muda, biru baby, lilac
Memilih Batik Kawung Berkualitas
Jenis-jenis Batik Kawung
Berdasarkan Teknik Pembuatan:
- Batik Tulis Kawung
- Batik Cap Kawung
- Menggunakan cap logam bermotif
- Lebih cepat dari batik tulis
- Harga lebih terjangkau
- Motif lebih seragam dan rapi
- Cocok untuk produksi semi-massal
- Batik Kombinasi (Tulis-Cap)
- Gabungan teknik tulis dan cap
- Balance antara kualitas dan harga
- Detail tertentu dikerjakan tulis
- Produksi lebih efisien
- Batik Printing Kawung
- Teknik printing digital
- Produksi massal dan cepat
- Harga paling terjangkau
- Cocok untuk streetwear casual
- Motif bisa lebih eksperimental
Tips Memilih Batik Kawung
Sesuaikan dengan Kebutuhan:
- Acara formal: Pilih batik tulis atau cap dengan motif klasik
- Kasual sehari-hari: Batik printing atau cap dengan warna cerah
- Investasi jangka panjang: Batik tulis dengan motif timeless
Perhatikan Kualitas Kain:
- Katun: Nyaman, breathable, cocok untuk iklim tropis
- Sutra: Elegant, untuk acara formal
- Linen: Casual, tekstur natural
- Rayon/Viscose: Jatuh bagus, affordable
Cek Kualitas Pewarnaan:
- Pewarna alami: Lebih ramah lingkungan, warna earthy
- Pewarna sintetis: Warna lebih cerah dan variatif
- Uji dengan mencuci kecil untuk cek luntur
Pilih Motif yang Sesuai Kepribadian:
- Motif Kawung rapat: Kesan formal, elegan
- Motif Kawung besar: Bold, statement piece
- Kombinasi Kawung-motif lain: Playful, modern
Merawat Batik Kawung
Cara Mencuci yang Benar
Batik Tulis dan Cap:
- Cuci dengan tangan menggunakan air dingin
- Gunakan sabun khusus batik atau lerak (tradisional)
- Hindari deterjen keras yang merusak warna
- Rendam 10-15 menit, kucek perlahan
- Bilas hingga bersih
Batik Printing:
- Bisa dicuci mesin dengan mode gentle
- Gunakan deterjen mild
- Masukkan dalam laundry bag
- Pisahkan dari pakaian berwarna gelap
Tips Tambahan:
- Jangan gunakan pemutih
- Hindari merendam terlalu lama
- Jangan memeras terlalu kuat
- Keringkan di tempat teduh, hindari sinar matahari langsung
Penyimpanan yang Tepat
Untuk Penyimpanan Jangka Pendek:
- Gantung dengan hanger berkualitas
- Pastikan lemari berventilasi baik
- Jauhkan dari bau-bauan keras
Untuk Penyimpanan Jangka Panjang:
- Lipat dengan kertas tisu/kain putih di antara lipatan
- Simpan dalam plastik breathable atau kain katun
- Tambahkan kapur barus atau lavender
- Check berkala dan buka lipatan untuk menghindari jamur
Mengatasi Masalah Umum
Bau Apek:
- Jemur di tempat teduh berangin
- Semprotkan air mawar atau pewangi natural
- Simpan dengan sachet pengharum
Warna Pudar:
- Hindari terlalu sering mencuci
- Gunakan pewarna alami untuk refresh (jika memungkinkan)
- Simpan jauh dari sinar matahari
Lipatan Permanen:
- Setrika dengan suhu rendah-sedang
- Gunakan kain pelapis saat menyetrika
- Semprot sedikit air untuk hasil lebih baik
Peluang Bisnis Batik Kawung untuk Gen Z
Tren Belanja Batik Online
Kemenperin mencatat bahwa digitalisasi menjadi faktor kunci peningkatan ekspor batik. UMKM batik yang melakukan digitalisasi berhasil menggaet pasar Gen Z dan anak muda.
Data Tokopedia (Campaign #MelokalDenganBatik): Berdasarkan campaign #MelokalDenganBatik oleh Tokopedia dan ShopTokopedia, tren belanja batik mengalami peningkatan dengan transaksi rata-rata hampir 1,5 kali lipat untuk produk seperti rok batik, syal batik, dan celana batik (Sumber: IDN Times, Agustus 2024).
Strategi Memasarkan Batik Kawung
Platform Digital yang Efektif:
- E-commerce: Tokopedia, Shopee, Instagram Shopping
- Social Media: TikTok, Instagram, untuk konten edukatif dan lifestyle
- Website: Untuk branding dan storytelling
Content Marketing:
- Tutorial styling batik untuk berbagai acara
- Behind the scenes proses pembuatan
- Kolaborasi dengan influencer Gen Z
- User generated content (repost customer photos)
Product Innovation:
- Ready-to-wear pieces (tidak perlu jahit lagi)
- Streetwear items: hoodie, bucket hat, tote bag
- Limited edition dengan desainer muda
- Customization service
Model Bisnis yang Relevan
Circular Fashion:
- Program thrift batik (pre-loved batik)
- Upcycling batik lama menjadi item baru
- Rental service untuk acara khusus
Kolaborasi Lokal:
- Partnership dengan coffee shop atau lifestyle brand
- Pop-up store di event anak muda
- Kolaborasi dengan kampus untuk merchandise
Edukasi Konsumen:
- Workshop membatik untuk Gen Z
- Webinar tentang filosofi motif batik
- Konten edukatif di media sosial
Baca Juga 5 Filosofi Motif Batik Parang: Makna Keberanian Gen Z
Program Pemerintah Pendukung Industri Batik
Dukungan Kementerian Perindustrian
Kemenperin bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI) secara rutin menggelar berbagai program untuk mengembangkan industri batik:
Program Pengembangan (Sumber: Kemenperin, 2025):
- Pengembangan SDM industri melalui pelatihan
- Fasilitasi sertifikasi Batikmark
- Penumbuhan wirausaha baru IKM, termasuk pelatihan batik di pesantren
- Penerapan teknologi industri 4.0 dalam proses produksi batik
- Revitalisasi sentra IKM batik agar lebih modern dan produktif
- Restrukturisasi mesin/peralatan untuk meningkatkan efisiensi
- Promosi dan pameran, baik di dalam maupun luar negeri
Inovasi Teknologi yang Didorong:
- Kompor listrik batik (hemat energi)
- Katalog digital pewarna alami (NADIN)
- Pengolahan limbah skala kecil
- Mesin CNC untuk motif batik digital
- PLC (Programmable Logic Controller) untuk batik cap
Gelar Batik Nusantara (GBN)
Kemenperin dan YBI mengangkat tema “Inovasi dan Teknologi” dalam perayaan Hari Batik Nasional 2025 sebagai wujud komitmen untuk mendorong transformasi industri batik yang lestari secara budaya, ramah lingkungan, sekaligus berdaya saing global.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Motif Batik Kawung dan Streetwear Gen Z
1. Apa perbedaan motif Batik Kawung dengan motif batik lainnya?
Motif Batik Kawung memiliki ciri khas pola berbentuk lingkaran yang terinspirasi dari buah aren yang dipotong melintang. Berbeda dengan Batik Parang yang memiliki pola miring seperti ombak, atau Batik Ceplok yang berbentuk bulat geometris berulang, Kawung memberikan kesan lebih minimalis dan elegan dengan susunan lingkaran yang simetris.
2. Apakah batik Kawung cocok untuk gaya streetwear Gen Z?
Sangat cocok. Motif Kawung yang geometris dan minimalis mudah dipadukan dengan item streetwear seperti hoodie, celana cargo, atau sneakers. Banyak brand lokal kini menghadirkan batik Kawung dalam potongan oversized, warna-warna cerah, dan kombinasi dengan motif modern yang sesuai dengan selera Gen Z.
3. Berapa kisaran harga batik Kawung untuk streetwear?
Harga sangat bervariasi tergantung teknik pembuatan: Batik printing Kawung untuk streetwear mulai dari Rp 100.000 – 300.000; Batik cap Kawung sekitar Rp 300.000 – 800.000; Batik tulis Kawung mulai dari Rp 800.000 hingga jutaan rupiah. Untuk ready-to-wear items seperti hoodie atau jaket batik, harga berkisar Rp 200.000 – 500.000.
4. Bagaimana cara membedakan batik Kawung asli dengan printing biasa?
Batik tulis dan cap memiliki motif yang tembus ke kedua sisi kain dengan warna yang relatif sama. Batik printing biasanya hanya tampak jelas di satu sisi dan warna di sisi belakang lebih pudar. Selain itu, batik tulis memiliki garis-garis yang lebih natural dan tidak sempurna identik, sedangkan printing sangat seragam.
5. Apakah batik Kawung hanya tersedia dalam warna cokelat sogan?
Tidak. Meskipun warna cokelat keemasan (sogan) adalah warna tradisional Kawung, kini tersedia dalam berbagai warna: monokrom (hitam, putih, abu-abu), pastels (baby blue, lilac, pink), warna cerah (merah, hijau, kuning), dan bahkan neon untuk kesan playful yang disukai Gen Z.
6. Dimana bisa membeli batik Kawung untuk streetwear?
Anda bisa membeli di: E-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak; Toko batik online yang fokus pada desain modern; Instagram Shop dari brand batik lokal; Event pameran batik seperti Gelar Batik Nusantara; Langsung ke sentra batik di Yogyakarta, Solo, Pekalongan.
7. Bagaimana cara merawat batik Kawung agar awet?
Cuci dengan tangan menggunakan sabun khusus batik atau lerak, hindari deterjen keras. Jangan rendam terlalu lama atau kucek terlalu keras. Keringkan di tempat teduh, hindari sinar matahari langsung. Setrika dengan suhu rendah-sedang menggunakan kain pelapis. Simpan dengan digantung atau dilipat dengan kertas tisu di antara lipatan untuk mencegah jamur.
Kesimpulan: Batik Kawung sebagai Fashion Statement Gen Z 2026
Motif Batik Kawung telah berhasil bertransformasi dari warisan budaya klasik menjadi fashion statement yang relevan untuk Gen Z di 2026. Pertumbuhan ekspor batik Indonesia sebesar 76,2% pada triwulan I 2025 menunjukkan bahwa inovasi dalam desain dan pemasaran batik memberikan hasil nyata.
Poin-Poin Kunci:
Batik Kawung Selaras dengan Tren 2026: Motif geometris yang minimalis cocok dengan Strive Style dan eco-streetwear yang menjadi tren dominan Gen Z.
Versatilitas Styling: Batik Kawung dapat dipadukan untuk berbagai acara, dari kasual sehari-hari hingga acara formal, dengan berbagai pilihan warna dan potongan modern.
Dukungan Ekosistem: Kemenperin bersama pelaku industri terus mendorong inovasi teknologi dan digitalisasi untuk memperkuat daya saing batik di pasar global dan domestik.
Peluang Bisnis: Dengan 5.946 industri batik dan tren belanja online yang meningkat 1,5 kali lipat, peluang untuk mengembangkan bisnis batik Kawung sangat terbuka lebar.
Sustainable Fashion: Batik mendukung gerakan fashion berkelanjutan yang menjadi nilai penting bagi Gen Z, dengan proses produksi ramah lingkungan dan mendukung pengrajin lokal.
Action Plan untuk Gen Z
Jika Anda tertarik mengintegrasikan batik Kawung dalam gaya berpakaian:
- Mulai dengan satu item basic seperti kemeja atau outer batik Kawung
- Eksperimen dengan styling yang sesuai kepribadian
- Support brand lokal dengan membeli produk batik asli
- Bagikan outfit batik Anda di media sosial untuk menginspirasi orang lain
- Ikut workshop atau webinar tentang batik untuk memahami lebih dalam
Mari Jaga Warisan Budaya dengan Cara yang Keren! Batik bukan hanya pakaian, tetapi identitas yang bisa dibawa dengan bangga di setiap langkah. Di tangan Gen Z, batik Kawung mengalami transformasi besar: dari kesan formal yang kaku, menjadi fashion item yang playful, fleksibel, dan penuh karakter.
Tentang Penulis
Artikel ini disusun berdasarkan riset mendalam terhadap data resmi Kementerian Perindustrian RI, BPS, serta analisis tren fashion dari Indonesian Fashion Chamber dan berbagai sumber media terpercaya. Kami berkomitmen menyajikan informasi akurat dan terverifikasi untuk mendukung perkembangan industri batik Indonesia.
Sumber Referensi
- Kementerian Perindustrian RI – Data Ekspor Batik Triwulan I & II 2025
- Badan Pusat Statistik (BPS) – Direktori Sentra Industri 2020
- ANTARA News – “Menperin: Nilai ekspor batik 7,63 juta dolar AS pada triwulan I 2025” (Juli 2025)
- IDN Times – “Tren Batik di Kalangan Gen Z, Model Ready to Wear Favorit!” (Agustus 2024)
- Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang – Prediksi