0 Comments

Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, yang berlangsung 19-23 Januari 2026. Indonesia hadir dengan membawa Indonesia Pavilion bertema “Endless Horizons”, menampilkan kekayaan budaya nusantara melalui batik, tarian tradisional, dan kuliner khas Indonesia yang memukau peserta forum dari berbagai negara.

Kehadiran Indonesia di panggung global ini bukan sekadar simbolis. Melalui diplomasi budaya yang hangat dan strategis, Indonesia membuktikan diri sebagai negara dengan ekonomi yang terus tumbuh lebih dari 5% per tahun selama dekade terakhir, sekaligus menjadi negara dengan kekayaan tradisi yang kuat dan siap berkolaborasi dalam ekonomi hijau berkelanjutan.

Bagi pecinta seni dan budaya, kehadiran Indonesia di Davos 2026 menjadi bukti nyata bahwa batik dan tari tradisional Indonesia memiliki daya tarik universal yang mampu memikat para pemimpin dunia. Mari kita telusuri bagaimana Indonesia berhasil mencuri perhatian di forum ekonomi paling bergengsi di dunia ini.

Indonesia Night: Diplomasi Budaya yang Memukau di Davos 2026

Indonesia di Davos 2026 Pukau Dunia

Indonesia Night menjadi salah satu acara paling dinanti dalam rangkaian WEF 2026. Diselenggarakan pada 21 Januari 2026, acara ini menghadirkan pertunjukan budaya, musik, tarian tradisional, dan kuliner khas Indonesia yang menggugah selera.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menjelaskan tujuan Indonesia Night: “Di Indonesia Night, kami tidak hanya menampilkan keramahan, kuliner, budaya, dan optimisme, tetapi event ini juga untuk menghargai kerja sama dan persahabatan. Indonesia terbuka untuk berbisnis, berkolaborasi, dan bekerja sama menuju masa depan yang lebih baik.” (Sumber: CNBC Indonesia, 22 Januari 2026)

Acara ini dihadiri oleh Interim Co-Chair WEF André Hoffmann, Ketua KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta sejumlah petinggi perusahaan global. Pendiri dan Presiden Direktur WEF, Professor Klaus Martin Schwab, yang hadir saat pembukaan Indonesia Night, menyampaikan apresiasi khusus: “Indonesia adalah salah satu new upcoming star.” (Sumber: DaelPos, 25 Januari 2025)

Yang Ditampilkan di Indonesia Night 2026:

  • Pertunjukan musik tradisional dengan instrumen khas nusantara
  • Tarian tradisional Indonesia yang menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah
  • Demo seni batik oleh seniman Indonesia
  • Kuliner Indonesia yang menggugah selera peserta internasional
  • Pameran budaya yang memperkenalkan kearifan lokal Indonesia

Melalui musik, tari, dan pameran budaya, Indonesia Night menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya destinasi investasi yang kompetitif, tetapi juga negara dengan kekayaan budaya yang kuat, serta mitra global yang terbuka untuk kolaborasi berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan ekonomi hijau.

Batik Indonesia Pukau Peserta WEF: 30 Merek Lokal di Indonesia Pavilion

Indonesia di Davos 2026 Pukau Dunia

Di Indonesia Pavilion, PT Sarinah menghadirkan lebih dari 30 merek lokal terkurasi yang disesuaikan dengan selera dan standar pasar internasional. Produk-produk ini mencakup wastra premium seperti batik, ulos, dan tenun, serta home décor, aksesori bernilai budaya, dan produk makanan-minuman berkualitas internasional.

Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, menyatakan: “Tahun 2026 menjadi momentum penguatan ekspor Sarinah, di mana kami memastikan produk yang ditampilkan tidak hanya merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga merupakan manifestasi produk siap bersaing dan relevan dengan kebutuhan buyer internasional.” (Sumber: Akurat, 26 Januari 2026)

Produk Batik dan Wastra yang Dipamerkan:

Kategori Wastra Premium:

  • Batik dengan desain kontemporer yang tetap mempertahankan nilai tradisi
  • Ulos dari Sumatera Utara dengan kualitas ekspor
  • Tenun dari berbagai daerah di Indonesia dengan standar internasional

Standar Kualitas Global:

  • Material berkualitas tinggi sesuai standar internasional
  • Desain yang disesuaikan dengan tren global
  • Konsistensi produksi yang terjaga
  • Pemenuhan standar ekspor dari sisi packaging dan dokumentasi

Seluruh produk yang ditampilkan telah siap ekspor dari sisi kualitas material, desain, konsistensi produksi, dan pemenuhan standar global. Kurasi dilakukan berbasis tren global, preferensi buyer, serta potensi komersialisasi jangka panjang.

Tarian Tradisional Indonesia di Panggung WEF: Kekayaan Budaya yang Mendunia

Indonesia di Davos 2026 Pukau Dunia

Indonesia memiliki lebih dari 3.000 bentuk tarian tradisional asli yang berasal dari lebih dari 600 kelompok etnis di seluruh nusantara. Keragaman ini menjadi aset diplomasi budaya Indonesia di forum internasional seperti WEF Davos.

Ketua Bidang VI Seruni Kabinet Merah Putih dan Penasihat DWP BKPM, Ayu Heni Rosan, menegaskan pentingnya membawa budaya dan tarian nusantara ke kancah global: “Dari tahun ke tahun Indonesia Pavilion membawa budaya dan tarian nusantara. Ciri khas semacam ini perlu dikenalkan di kancah global.” (Sumber: CNBC Indonesia, 23 Januari 2026)

Mengapa Tarian Indonesia Menarik Perhatian Global?

Nilai Filosofis yang Mendalam: Tarian Indonesia bukan sekadar gerakan estetis, tetapi mengandung nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya yang kuat. Setiap gerakan memiliki makna yang terhubung dengan kepercayaan, ritual, dan kehidupan masyarakat.

Keragaman yang Memukau: Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memiliki berbagai jenis tarian dengan karakteristik unik – mulai dari tarian ritual sakral, tarian istana yang anggun, hingga tarian rakyat yang energik.

Nilai Universal: Meskipun berakar dari tradisi lokal, tarian Indonesia mengandung nilai-nilai universal seperti kebersamaan, rasa syukur, harmoni, dan semangat gotong royong yang dapat dipahami oleh siapa saja dari budaya manapun.

Indonesia Pavilion WEF 2026: Strategi Diplomasi Ekonomi Terpadu

Indonesia Pavilion yang berlangsung 19-23 Januari 2026 mengusung tema “Indonesia Endless Horizons” dan melibatkan kolaborasi antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Danantara Indonesia, dan KADIN Indonesia.

Pavilion ini diresmikan langsung oleh Menteri Rosan P. Roeslani bersama CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, Duta Besar RI untuk PBB Sidharto Reza Suryodipuro, serta Wakil Ketua KADIN Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri Bernardino Vega.

Aktivitas Strategis di Indonesia Pavilion:

13 Panel Diskusi Tematik: Indonesia Pavilion menyelenggarakan 13 panel diskusi yang menyoroti berbagai aspek kekuatan dan peluang Indonesia di panggung global, mencakup transformasi digital, transisi energi, industri hijau, dan pengembangan SDM.

Dialog Bilateral dan Multilateral: Pavilion menjadi pusat pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dengan investor global, pemimpin bisnis internasional, dan kepala negara dari berbagai belahan dunia.

Showcase Produk dan Jasa Indonesia: Menampilkan produk-produk unggulan Indonesia yang siap ekspor, termasuk wastra premium, produk kreatif, dan layanan digital.

Menteri Rosan menjelaskan: “Total ada 13 panel di Indonesia Pavilion. Responnya positif, tamu-tamu senang dengan pavilion Indonesia, karena terbuka dan menarik. Kita menampilkan beberapa hal, baik yang ditampilkan oleh pemerintah maupun dunia usaha, termasuk update kebijakan, regulasi, dan peluang investasi di Indonesia yang penting bagi investor global.” (Sumber: CNBC Indonesia, 26 Januari 2026)

Presiden Prabowo di Davos: Ekonomi Indonesia Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global

Dalam pidato khusus (special address) di WEF 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan visi dan pencapaian ekonomi Indonesia. IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai “global bright spot dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan ekonomi yang menantang.”

Presiden Prabowo menekankan: “Ekonomi Indonesia telah tumbuh lebih dari 5% setiap tahun selama dekade terakhir, dan saya yakin bahwa tahun ini pertumbuhan kita akan lebih tinggi.” (Sumber: World Economic Forum, 2026)

Program Makan Bergizi Gratis: Inovasi Sosial Skala Masif

Salah satu program unggulan yang dipaparkan Presiden Prabowo adalah program makan bergizi gratis yang dimulai Januari 2025. Program ini menargetkan 82,9 juta porsi makan per hari pada akhir 2026.

Untuk memberi konteks skala program ini, Presiden Prabowo menyampaikan perbandingan menarik: “Dalam sekitar satu bulan lagi, kita akan melampaui McDonald’s: 68 juta makan per hari. McDonald’s memulai dapur pertama mereka pada 1940. Untuk mencapai 68 juta, mereka membutuhkan lima dekade lebih. Kita akan mencapai 82,9 juta, saya harap, pada akhir Desember 2026.” (Sumber: World Economic Forum, 2026)

Program ini tidak hanya memperkuat gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memperkuat ekonomi dengan melibatkan lebih dari 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi dalam rantai pasok.

Diplomasi Budaya Indonesia: Strategi Jangka Panjang untuk Kolaborasi Global

Kehadiran Indonesia di WEF Davos merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang konsisten. Indonesia telah berpartisipasi dalam WEF sebelumnya, membangun rekam jejak sebagai mitra dialog yang kredibel dan kompetitif.

Mengapa Diplomasi Budaya Penting?

Membangun Trust dan Soft Power: Budaya memiliki kekuatan untuk membangun kepercayaan dan koneksi emosional yang tidak bisa dicapai hanya melalui presentasi data ekonomi. Batik dan tarian tradisional Indonesia menjadi “bahasa universal” yang dapat dinikmati siapa saja.

Diferensiasi dari Negara Lain: Di tengah ratusan negara yang berkompetisi menarik investasi, kekayaan budaya Indonesia menjadi pembeda yang kuat. Peserta WEF bukan hanya melihat Indonesia sebagai destinasi investasi, tetapi sebagai negara dengan identitas unik dan menarik.

Membuka Peluang Kolaborasi Multisektoral: Diplomasi budaya membuka pintu untuk kolaborasi tidak hanya di sektor ekonomi, tetapi juga pariwisata, pendidikan, seni, dan industri kreatif.

Melalui musik, tari, dan pameran budaya, Indonesia menegaskan bahwa negara ini bukan hanya destinasi investasi yang kompetitif, tetapi juga negara dengan kekayaan budaya yang kuat, serta mitra global yang terbuka untuk kolaborasi berkelanjutan.

Industri Kreatif Indonesia: Dari Batik hingga Ekonomi Digital

Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion sejalan dengan upaya nasional dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia, memperluas akses pasar global, serta mendorong produk kreatif nasional masuk ke dalam ekosistem perdagangan internasional yang berkelanjutan.

Potensi Ekspor Batik dan Produk Kreatif Indonesia:

Tren Global yang Mendukung:

  • Meningkatnya apresiasi terhadap produk handmade dan sustainable fashion
  • Permintaan pasar global terhadap produk dengan nilai budaya dan cerita unik
  • Kesadaran konsumen internasional terhadap ethical fashion dan slow fashion movement

Positioning Indonesia di Pasar Global:

  • Indonesia sebagai produsen batik autentik dengan warisan UNESCO
  • Diversifikasi produk dari batik tradisional hingga batik kontemporer
  • Integrasi teknologi dalam produksi tanpa menghilangkan nilai tradisional

Dukungan Infrastruktur Ekspor: Pemerintah Indonesia terus memperbaiki ekosistem ekspor melalui penyederhanaan regulasi, pelatihan UMKM, dan pembukaan akses pasar internasional melalui berbagai perjanjian perdagangan.

Dampak Kehadiran Indonesia di WEF 2026 untuk Ekonomi Nasional

Kehadiran Indonesia di WEF Davos 2026 diharapkan membawa dampak konkret bagi pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam menarik investasi berkualitas dan membuka peluang ekspor.

Hasil yang Diharapkan:

Peningkatan Citra Positif Indonesia: Forum global seperti WEF memberikan platform untuk memperkuat narasi positif tentang Indonesia sebagai negara stabil, kompetitif, dan terbuka untuk investasi jangka panjang.

Ekspansi Jaringan Bisnis Global: Indonesia Night dan Indonesia Pavilion menjadi wadah networking yang efektif untuk membangun koneksi dengan investor, pelaku bisnis, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.

Komitmen Investasi Konkret: Melalui pertemuan bilateral dan dialog strategis, Indonesia berpeluang mendapatkan komitmen investasi di sektor-sektor prioritas seperti energi terbarukan, ekonomi digital, dan industri hijau.

Promosi Produk Indonesia ke Pasar Global: Showcase produk-produk Indonesia di pavilion membuka peluang untuk mendapatkan buyer internasional dan memperluas akses pasar ekspor.

Transformasi Digital Indonesia: Memperkuat Daya Saing Global

Salah satu panel strategis di Indonesia Pavilion adalah “Indonesia’s Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy” yang menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi digital di Asia Tenggara.

PT Telkom Indonesia (Telkom) memperkuat fondasi digital nasional dengan infrastruktur yang ekstensif. Hingga saat ini, TelkomGroup telah menggelar lebih dari 180.000 kilometer infrastruktur backbone dan kabel bawah laut serta terlibat dalam 27 sistem kabel laut internasional.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan: “Transformasi digital yang berkelanjutan membutuhkan fondasi industri yang kuat, tepercaya, dan terintegrasi. Melalui World Economic Forum Davos, Telkom menegaskan perannya sebagai penyedia infrastruktur digital strategis yang mendukung kolaborasi lintas industri, menarik investasi jangka panjang, dan memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia di tingkat global.” (Sumber: Telkom, 26 Januari 2026)

Kekuatan Digital Indonesia:

  • Telkomsel melayani 157,6 juta pelanggan mobile broadband
  • IndiHome menjangkau 10,3 juta pelanggan fixed broadband
  • Jaringan TelkomGroup mencakup sekitar 97% populasi Indonesia
  • Fasilitas Hyperscale Data Center (HDC) AI-ready siap beroperasi 2026

Tips Memahami Diplomasi Budaya Indonesia di Forum Global

Bagi Anda yang tertarik memahami lebih dalam bagaimana Indonesia menggunakan budaya sebagai soft power diplomacy, berikut beberapa insight penting:

Strategi Diplomasi Budaya yang Efektif:

Autentisitas adalah Kunci: Indonesia tidak mengemas ulang budayanya untuk disesuaikan dengan selera Barat, melainkan menampilkan keaslian dengan presentasi yang profesional. Batik tetap batik, dengan motif dan makna filosofisnya yang autentik.

Kombinasi Tradisi dan Modernitas: Presentasi budaya Indonesia di Davos menggabungkan elemen tradisional dengan sentuhan kontemporer, menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang menghargai warisan sekaligus berorientasi ke masa depan.

Storytelling yang Kuat: Setiap produk dan pertunjukan budaya disertai dengan cerita yang kuat tentang asal-usul, proses pembuatan, dan makna di balik tradisi tersebut.

Integrasi dengan Agenda Ekonomi: Diplomasi budaya tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan promosi investasi dan ekspor, menciptakan narasi holistik tentang Indonesia.

Pelajaran dari Kesuksesan Indonesia Night:

  • Menciptakan pengalaman multisensori (visual, audio, kuliner)
  • Memberikan akses langsung kepada pengambil keputusan tingkat tinggi
  • Membangun suasana informal yang memfasilitasi networking
  • Menampilkan keunikan yang tidak bisa didapatkan di negara lain

Baca Juga 10 Kain Tradisi Nusantara Wajib Tahu Indonesia

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Indonesia Tampil di Davos 2026

Apa itu World Economic Forum (WEF) Davos 2026?

World Economic Forum Annual Meeting 2026 adalah forum ekonomi global ke-56 yang diselenggarakan di Davos, Swiss, pada 19-23 Januari 2026. Forum ini mempertemukan lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari 1.000 CEO perusahaan besar dunia untuk membahas isu-isu ekonomi global. (Sumber: Sekretariat Negara RI, 2026)

Apa tema Indonesia Pavilion di WEF 2026?

Indonesia Pavilion mengusung tema “Indonesia Endless Horizons” yang menekankan peluang kolaborasi dengan Indonesia yang terbuka luas, berakar pada stabilitas, kreativitas, dan visi jangka panjang dalam menghadapi dinamika global. (Sumber: CNBC Indonesia, 2026)

Produk apa saja yang dipamerkan Indonesia di Davos 2026?

PT Sarinah menghadirkan lebih dari 30 merek lokal terkurasi, mencakup wastra premium (batik, ulos, tenun), home décor, aksesori bernilai budaya, serta produk makanan-minuman terkurasi yang merepresentasikan kekayaan rasa Indonesia dengan standar internasional. (Sumber: Akurat, 2026)

Apa tujuan Indonesia Night di WEF 2026?

Indonesia Night adalah acara diplomasi investasi dan ekonomi yang strategis, dirancang untuk memperkuat hubungan dengan pemimpin global dan investor internasional dalam suasana informal. Acara ini menampilkan budaya, kuliner, musik, dan tarian Indonesia, serta menjadi wadah networking untuk membuka peluang kolaborasi. (Sumber: BKPM, 2026)

Bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini?

Menurut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato di WEF 2026, ekonomi Indonesia telah tumbuh lebih dari 5% setiap tahun selama dekade terakhir. IMF menggambarkan Indonesia sebagai “global bright spot dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan ekonomi yang menantang.” (Sumber: World Economic Forum, 2026)

Apa itu Danantara Indonesia yang disebutkan dalam WEF 2026?

Danantara Indonesia adalah sovereign wealth fund (dana investasi negara) baru Indonesia yang melakukan debut di forum ekonomi global melalui WEF Davos 2026. Kehadiran Danantara menandai transformasi strategis dalam pengelolaan aset negara dengan pendekatan yang profesional, transparan, dan sesuai praktik internasional. (Sumber: Sindo Media, 2026)

Berapa jumlah panel diskusi di Indonesia Pavilion WEF 2026?

Indonesia Pavilion menyelenggarakan 13 panel diskusi tematik yang menyoroti berbagai aspek seperti transformasi digital, transisi energi, industri hijau, dan pengembangan SDM Indonesia. (Sumber: CNBC Indonesia, 2026)

Indonesia Endless Horizons – Peluang Kolaborasi Global yang Terbuka Luas

Kehadiran Indonesia di World Economic Forum Davos 2026 menunjukkan strategi diplomasi ekonomi yang matang dan terintegrasi. Melalui Indonesia Pavilion dan Indonesia Night, Indonesia berhasil memadukan narasi pertumbuhan ekonomi yang solid dengan kekayaan budaya

 yang memukau.

Batik dan tarian tradisional Indonesia bukan sekadar hiasan pelengkap, tetapi menjadi instrumen soft power yang efektif untuk membangun koneksi emosional dan kepercayaan dengan para pemimpin dunia. Lebih dari 30 merek lokal yang dipamerkan di pavilion menunjukkan kesiapan produk Indonesia untuk bersaing di pasar global.

Poin-Poin Utama yang Perlu Diingat:

  • Indonesia hadir di WEF Davos 2026 dengan tema “Endless Horizons” pada 19-23 Januari 2026
  • Indonesia Night menampilkan musik, tarian tradisional, demo batik, dan kuliner Indonesia
  • PT Sarinah membawa lebih dari 30 merek lokal termasuk batik, ulos, dan tenun berkualitas ekspor
  • Presiden Prabowo menyampaikan visi ekonomi Indonesia yang tumbuh konsisten >5% per tahun
  • Indonesia Pavilion menyelenggarakan 13 panel diskusi strategis tentang berbagai sektor
  • Diplomasi budaya Indonesia mendapat respon positif dari peserta internasional termasuk founder WEF

Partisipasi Indonesia di WEF Davos 2026 menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya negara dengan ekonomi yang terus tumbuh, tetapi juga negara dengan identitas budaya yang kuat, infrastruktur digital yang maju, dan keterbukaan untuk kolaborasi global yang berkelanjutan dan inklusif.


Artikel ini disusun berdasarkan berbagai sumber berita terpercaya dan resmi pemerintah Indonesia tentang partisipasi Indonesia di World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss. Informasi dikurasi untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kehadiran Indonesia dan diplomasi budaya melalui batik dan tarian tradisional di panggung global.

Sumber Referensi

Semua informasi dalam artikel ini bersumber dari:

  • World Economic Forum – Pidato Presiden Prabowo Subianto (weforum.org, 2026)
  • CNBC Indonesia – Laporan Indonesia Night dan Indonesia Pavilion (cnbcindonesia.com, 2026)
  • Akurat – Partisipasi Sarinah di WEF Davos (akurat.co, 2026)
  • PT Telkom Indonesia – Strategi Digital Indonesia di Davos (telkom.co.id, 2026)
  • Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM – Siaran Pers WEF 2026 (bkpm.go.id, 2026)
  • Sekretariat Negara RI – Kunjungan Presiden ke Swiss (setneg.go.id, 2026)
  • Liputan6 – Merek Lokal di Indonesia Pavilion (liputan6.com, 2026)
  • Sindo Media – Pembukaan Indonesia Pavilion (sindonews.com, 2026)
  • DaelPos – Indonesia Night WEF 2025 (daelpos.com, 2025)
  • Prabowosubianto.com – Konsistensi Diplomasi Indonesia (prabowosubianto.com, 2026)

Related Posts