sisco78dvd.com, 4 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88
Maldives, sebuah negara kepulauan di Samudra Hindia yang terkenal dengan keindahan pantai dan terumbu karangnya, memiliki warisan seni dan tradisi yang kaya dan unik. Dipengaruhi oleh perpaduan budaya India, Sri Lanka, Arab, dan Afrika Timur, seni dan tradisi Maldives mencerminkan identitas maritim, kehidupan nelayan, dan nilai-nilai Islam yang kuat sebagai agama resmi negara. Dari musik tradisional bodu beru hingga kerajinan tangan yang rumit seperti anyaman tikar dan ukiran kayu, budaya Maldives menawarkan wawasan mendalam tentang cara hidup masyarakatnya yang harmonis dengan laut. Artikel ini akan mengulas secara profesional, lengkap, rinci, dan jelas tentang seni dan tradisi Maldives, termasuk sejarah, bentuk ekspresi budaya, pengaruh eksternal, tantangan pelestarian, dan relevansinya di era modern.
1. Latar Belakang Budaya Maldives 
Maldives, yang terdiri dari 1.192 pulau karang yang membentuk 26 atol, memiliki populasi sekitar 520.000 jiwa yang tersebar di 185 pulau berpenghuni. Budaya Maldives berakar pada kehidupan maritim, dengan laut sebagai sumber kehidupan utama melalui perikanan dan perdagangan. Sejarah budaya negara ini dipengaruhi oleh:
-
India Selatan dan Sri Lanka: Kontribusi bahasa Dhivehi, yang berasal dari akar Sinhala, serta tradisi kuliner dan seni.
-
Dunia Arab: Pengaruh Islam sejak abad ke-12, membentuk seni, arsitektur, dan praktik keagamaan.
-
Afrika Timur: Interaksi melalui perdagangan laut membawa elemen musik dan tarian.
-
Kolonialisme Eropa: Pengaruh Inggris (1887–1965) terlihat dalam sistem administrasi dan beberapa elemen seni dekoratif.
Islam adalah agama resmi dan wajib bagi semua warga Maldives, sehingga seni dan tradisi sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam, seperti larangan penggambaran figur manusia dalam seni religius dan penekanan pada pola geometris serta kaligrafi. Namun, tradisi pra-Islam, seperti cerita rakyat dan ritual maritim, tetap bertahan dalam bentuk yang disesuaikan dengan nilai-nilai Islam.
2. Seni di Maldives 
Seni Maldives mencakup berbagai bentuk ekspresi, mulai dari kerajinan tangan hingga arsitektur dan seni pertunjukan. Berikut adalah bentuk seni utama yang menonjol:
a. Kerajinan Tangan 
Kerajinan tangan adalah salah satu pilar seni Maldives, mencerminkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam seperti kelapa, karang, dan kayu.
-
Anyaman Tikar (Thundu Kunaa):
-
Deskripsi: Tikar anyaman dari alang-alang hau (sejenis pandan) adalah kerajinan tradisional yang sangat dihargai. Tikar ini digunakan untuk salat, dekorasi rumah, atau sebagai hadiah pernikahan.
-
Proses: Daun alang-alang dikeringkan, diwarnai dengan pewarna alami (seperti kunyit atau daun pandan), dan dianyam dengan pola geometris yang rumit. Proses ini membutuhkan ketelitian dan bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk tikar besar.
-
Makna Budaya: Tikar melambangkan kesabaran dan kerja keras, sering diberikan sebagai simbol status sosial dalam acara adat.
-
Contoh: Tikar dari Pulau Gadhdhoo di Gaafu Alif Atoll terkenal karena kualitasnya dan diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO.
-
-
Ukiran Kayu:

-
Deskripsi: Ukiran kayu digunakan untuk menghias pintu masjid, perahu tradisional (dhoni), dan furnitur. Motifnya biasanya geometris atau flora, sesuai dengan estetika Islam.
-
Bahan: Kayu kelapa dan kayu impor seperti jati digunakan, sering dihiasi dengan cat alami atau pernis.
-
Contoh: Pintu Masjid Hukuru Miskiiy di Malé, yang dibangun pada 1658, menampilkan ukiran kayu dengan pola bunga dan kaligrafi Arab yang indah.
-
-
Lakuer (Lacca Work):

-
Deskripsi: Teknik melapisi kayu dengan resin berwarna untuk membuat vas, kotak, atau perhiasan. Warna merah, hitam, dan kuning mendominasi, dengan pola spiral atau geometris.
-
Proses: Resin dari pohon lokal dicampur dengan pigmen dan diaplikasikan secara bertahap, menghasilkan permukaan mengkilap yang tahan lama.
-
Makna: Barang lakuer sering digunakan sebagai suvenir atau hadiah diplomatik, menunjukkan keahlian pengrajin Maldives.
-
-
Perhiasan dan Kerajinan Logam:
-
Deskripsi: Perhiasan emas dan perak, sering dihiasi dengan karang atau mutiara, adalah bagian dari tradisi pernikahan. Kerajinan logam juga mencakup pembuatan pisau dan alat nelayan.
-
Pengaruh: Desain perhiasan dipengaruhi oleh budaya Arab dan India, dengan motif seperti bunga teratai atau bulan sabit.
-
Tantangan: Impor logam mahal, dan keterampilan ini mulai memudar karena kurangnya minat generasi muda.
-
b. Arsitektur Tradisional 
Arsitektur Maldives mencerminkan adaptasi terhadap lingkungan tropis dan nilai-nilai Islam:
-
Masjid Karang: Masjid-masjid kuno, seperti Hukuru Miskiiy dan Masjid Fenfushi, dibangun dari batu karang yang diukir dengan presisi. Struktur ini menggunakan teknik sambungan tanpa paku, menunjukkan keahlian tinggi.
-
Ciri Khas: Atap berlapis kayu, kubah kecil, dan mihrab yang dihiasi kaligrafi Arab. Interior sering dihias dengan tikar anyaman dan lampu gantung tembaga.
-
Contoh: Hukuru Miskiiy, yang dibangun pada masa Sultan Ibrahim Iskandar I, adalah Situs Warisan Dunia sementara UNESCO.
-
-
Rumah Tradisional: Rumah-rumah di pulau lokal dibangun dari kayu kelapa dan daun pandan, dengan atap curam untuk mengatasi hujan tropis. Ventilasi alami dan ketinggian rendah membantu menjaga kesejukan.
-
Dhoni: Perahu layar tradisional Maldives adalah karya seni fungsional, dengan badan kayu yang diukir dan dihias dengan warna cerah. Dhoni masih digunakan untuk memancing dan transportasi antar-pulau.
c. Seni Visual dan Kaligrafi
-
Kaligrafi Islam: Sebagai negara Islam, Maldives menghindari penggambaran figur manusia dalam seni religius. Kaligrafi Arab, terutama ayat-ayat Al-Qur’an, menghiasi masjid, rumah, dan artefak seperti tikar atau papan kayu.
-
Motif Geometris: Pola bintang, segi enam, dan spiral umum dalam seni dekoratif, terinspirasi dari tradisi Islam dan India.
-
Seni Kontemporer: Meskipun terbatas, seniman muda seperti Rannva Kunoy mulai mengembangkan seni kontemporer yang menggabungkan elemen tradisional dengan tema modern, seperti perubahan iklim dan identitas maritim.
3. Tradisi Maldives
Tradisi Maldives berpusat pada kehidupan komunitas, agama, dan hubungan dengan laut. Berikut adalah tradisi utama yang masih hidup hingga Mei 2025:
a. Musik dan Tarian
-
Bodu Beru:
-
Deskripsi: Musik dan tarian tradisional Maldives yang dilakukan oleh kelompok pria (biasanya 15–20 orang) menggunakan drum besar (beru) dari kayu kelapa. Lagu-lagu bodu beru menceritakan kisah laut, cinta, atau sejarah.
-
Ciri Khas: Irama yang kuat dan ritmis, dengan tempo yang meningkat hingga mencapai klimaks. Penari bergerak dengan langkah sinkron, sering diiringi tepukan tangan.
-
Konteks: Dibawakan saat perayaan seperti Hari Kemerdekaan, pernikahan, atau penyambutan tamu. Banyak resor menampilkan bodu beru untuk wisatawan.
-
Pengaruh: Mirip dengan ritme Afrika Timur dan India Selatan, menunjukkan hubungan perdagangan kuno.
-
-
Dhandi Jehun:
-
Deskripsi: Tarian tradisional yang dilakukan oleh wanita menggunakan tongkat bambu yang dihias. Tarian ini lebih lembut dan anggun dibandingkan bodu beru.
-
Konteks: Dibawakan pada acara budaya atau festival, sering diiringi nyanyian tradisional.
-
Tantangan: Popularitasnya menurun karena modernisasi, tetapi beberapa komunitas lokal berupaya melestarikannya.
-
-
Musik Religius:
-
Tradisi seperti maulid (puji-pujian untuk Nabi Muhammad) dan zikr (doa berulang) diiringi nyanyian tanpa alat musik, sesuai dengan ajaran Islam. Ini umum dilakukan selama Ramadan atau perayaan Idulfitri.
-
b. Kuliner Tradisional
Kuliner Maldives adalah cerminan kehidupan maritim dan pengaruh budaya tetangga:
-
Mas Huni: Sarapan khas berupa tuna parut, kelapa parut, bawang, dan cabai, disajikan dengan roshi (roti pipih tanpa ragi). Ini adalah makanan pokok di pulau lokal.
-
Garudhiya: Sup ikan bening yang dimasak dengan tuna, bawang, daun kari, dan cabai, disajikan dengan nasi atau roshi.
-
Bis Keemiya: Kue isi berbentuk gulungan, diisi dengan tuna, telur, dan sayuran, mirip dengan lumpia.
-
Huni Roshi: Roti kelapa manis, sering disantap sebagai camilan.
-
Hedhikaa: Makanan ringan seperti bajiya (pastel isi ikan) atau gulha (bola ikan goreng), populer selama perayaan.
-
Minuman: Air kelapa segar dan raa (sari kelapa fermentasi non-alkohol) adalah minuman tradisional. Teh hitam (sai) juga umum.
Pengaruh Islam: Makanan halal wajib, dan babi atau alkohol dilarang di pulau lokal. Resor menyediakan alkohol untuk wisatawan, tetapi ini tidak mencerminkan tradisi lokal.
c. Perayaan dan Festival
-
Hari Kemerdekaan (26 Juli):
-
Dirayakan dengan parade, pertunjukan bodu beru, dan pameran budaya. Bendera Maldives dikibarkan, dan komunitas mengadakan pesta makan bersama.
-
-
Idulfitri dan Iduladha:
-
Idulfitri diakhiri dengan doa massal, pesta keluarga, dan pembagian makanan seperti heylibo (manisan kelapa). Iduladha melibatkan penyembelihan hewan kurban, yang dagingnya dibagikan kepada yang membutuhkan.
-
-
Hari Nelayan (10 Desember):
-
Memperingati peran nelayan dalam ekonomi Maldives dengan lomba memancing, pameran perahu dhoni, dan pertunjukan budaya.
-
-
Maulid Nabi:
-
Perayaan kelahiran Nabi Muhammad dengan pembacaan puisi dan nyanyian religius di masjid dan rumah-rumah.
-
-
Ramadan:
-
Bulan puasa dijalani dengan doa, buka puasa bersama (iftar), dan pembagian makanan. Banyak pulau lokal mengadakan pasar malam (fandiyaaru) dengan makanan tradisional.
-
d. Tradisi Pernikahan
Pernikahan di Maldives adalah acara yang penuh makna budaya:
-
Prosesi: Dimulai dengan fathigandu jehun, di mana keluarga mempelai pria meminta izin kepada keluarga mempelai wanita. Pertunangan ditandai dengan pemberian perhiasan emas.
-
Upacara: Dilakukan di masjid atau rumah, dipimpin oleh imam dengan pembacaan Al-Qur’an. Pengantin wanita mengenakan gaun tradisional (libaas) dengan sulaman emas, sementara pria mengenakan mundu (sarung) dan jubah.
-
Pesta: Diakhiri dengan makan besar, pertunjukan bodu beru, dan tarian. Tikar anyaman sering diberikan sebagai hadiah.
-
Pengaruh Modern: Banyak pasangan kini mengadakan pernikahan di resor dengan gaya Barat, tetapi tradisi lokal tetap kuat di pulau berpenghuni.
e. Cerita Rakyat dan Tradisi Lisan
Cerita rakyat Maldives sering berkisah tentang laut, roh, dan kepahlawanan:
-
Legenda Koimala: Menceritakan pangeran Sinhala yang mendirikan dinasti pertama Maldives pada abad ke-12, menjadi simbol identitas nasional.
-
Roh Laut (Fureytha): Cerita tentang roh laut yang melindungi atau mengganggu nelayan, mencerminkan hubungan spiritual masyarakat dengan laut.
-
Puisi Dhivehi: Puisi tradisional seperti raivaru dan lhen digunakan untuk menyampaikan cinta, sejarah, atau sindiran sosial.
4. Pengaruh Eksternal pada Seni dan Tradisi
Seni dan tradisi Maldives tidak berkembang dalam isolasi, melainkan dipengaruhi oleh hubungan perdagangan dan sejarah:
-
Islam: Konversi ke Islam pada 1153 oleh ulama Maroko, Abu al-Barakat, membentuk seni dan tradisi. Kaligrafi, masjid karang, dan larangan seni figuratif adalah hasil pengaruh ini.
-
India dan Sri Lanka: Bahasa Dhivehi, masakan pedas, dan beberapa elemen musik menunjukkan pengaruh budaya India Selatan dan Sinhala.
-
Arab: Perdagangan dengan Jazirah Arab membawa motif geometris, kaligrafi, dan tradisi religius seperti maulid.
-
Afrika Timur: Ritme drum bodu beru memiliki kemiripan dengan musik Swahili, menunjukkan kontak maritim kuno.
-
Eropa: Kolonialisme Inggris memperkenalkan elemen administrasi dan beberapa gaya arsitektur, meskipun pengaruhnya terbatas pada seni rakyat.
5. Tantangan Pelestarian Seni dan Tradisi
Meskipun kaya, seni dan tradisi Maldives menghadapi tantangan pelestarian di era modern:
-
Modernisasi dan Globalisasi:
-
Generasi muda lebih tertarik pada budaya pop Barat, seperti musik K-pop atau film Hollywood, daripada bodu beru atau anyaman tikar. Banyak keterampilan tradisional, seperti lakuer, terancam punah karena kurangnya penerus.
-
Pariwisata massal memperkenalkan gaya hidup Barat di resor, yang kontras dengan nilai-nilai Islam di pulau lokal.
-
-
Pariwisata dan Komersialisasi:
-
Pertunjukan bodu beru dan kerajinan tangan sering disederhanakan untuk wisatawan, kehilangan makna budaya aslinya. Misalnya, tikar anyaman murah dari bahan sintetis menggantikan thundu kunaa tradisional.
-
Resor cenderung memprioritaskan pengalaman mewah Barat daripada budaya lokal, membatasi eksposur wisatawan terhadap tradisi Maldives.
-
-
Perubahan Iklim:
-
Kenaikan permukaan laut dan erosi pantai mengancam situs budaya, seperti masjid karang kuno. Bahan baku seperti alang-alang untuk anyaman juga semakin sulit ditemukan akibat degradasi lingkungan.
-
-
Keterbatasan Sumber Daya:
-
Pendanaan untuk pelestarian budaya terbatas, karena anggaran pemerintah lebih fokus pada pariwisata dan adaptasi iklim. Museum Nasional di Malé kekurangan sumber daya untuk memamerkan artefak secara maksimal.
-
-
Urbanisasi:
-
Migrasi ke Malé menyebabkan hilangnya tradisi komunitas di pulau terpencil, di mana seni dan upacara lebih sering dipraktikkan.
-
6. Upaya Pelestarian dan Relevansi Modern
Pemerintah dan masyarakat Maldives telah mengambil langkah untuk melestarikan seni dan tradisi:
-
Pendidikan Budaya: Sekolah mengajarkan bahasa Dhivehi, sejarah, dan keterampilan tradisional seperti anyaman. Program pelatihan kejuruan di pulau seperti Gadhdhoo mendukung pengrajin muda.
-
Festival dan Pameran: Acara seperti Maldives Craft Fair dan Hari Kemerdekaan memamerkan kerajinan, musik, dan tarian tradisional, meningkatkan kesadaran publik.
-
Dokumentasi: Museum Nasional dan organisasi seperti Maldives Heritage Society mendokumentasikan cerita rakyat, puisi, dan artefak untuk generasi mendatang.
-
Pariwisata Budaya: Beberapa pulau lokal, seperti Maafushi dan Thulusdhoo, menawarkan tur budaya, di mana wisatawan dapat belajar membuat roshi, menonton bodu beru, atau mengunjungi bengkel anyaman.
-
Dukungan UNESCO: Pengakuan thundu kunaa sebagai warisan budaya takbenda mendorong pendanaan dan pelatihan untuk pengrajin.
-
Seni Kontemporer: Seniman muda mengintegrasikan elemen tradisional ke dalam seni modern, seperti lukisan yang menggambarkan dhoni atau instalasi tentang perubahan iklim.
Relevansi Modern: Seni dan tradisi Maldives tetap relevan karena:
-
Memperkuat identitas nasional di tengah globalisasi.
-
Menarik wisatawan yang mencari pengalaman autentik, mendukung ekonomi lokal.
-
Menyediakan solusi berkelanjutan, seperti kerajinan ramah lingkungan dari bahan alami, di tengah krisis iklim.
7. Contoh Pengalaman Budaya untuk Wisatawan
Wisatawan dapat menikmati seni dan tradisi Maldives melalui:
-
Kunjungan ke Malé: Jelajahi Masjid Hukuru Miskiiy, Museum Nasional (menampilkan artefak seperti tikar dan perhiasan kuno), dan pasar lokal untuk membeli suvenir kerajinan.
-
Tur Pulau Lokal: Di Maafushi atau Dhigurah, ikuti kelas memasak mas huni, pelajari anyaman tikar, atau tonton pertunjukan bodu beru.
-
Festival: Hadiri Hari Nelayan atau Idulfitri di pulau lokal untuk merasakan suasana komunitas dan kuliner tradisional.
-
Resor dengan Program Budaya: Resor seperti Anantara Kihavah menawarkan pertunjukan bodu beru dan kelas seni lokal, meskipun dengan sentuhan komersial.
Kesimpulan
Seni dan tradisi Maldives adalah cerminan dari sejarah maritim, nilai-nilai Islam, dan perpaduan budaya yang kaya dari India, Arab, dan Afrika Timur. Dari tikar anyaman thundu kunaa hingga musik ritmis bodu beru, warisan budaya ini menunjukkan kreativitas dan ketahanan masyarakat Maldives dalam menghadapi keterbatasan sumber daya dan lingkungan tropis. Meskipun menghadapi tantangan seperti modernisasi, komersialisasi pariwisata, dan perubahan iklim, upaya pelestarian melalui pendidikan, festival, dan dukungan internasional menjaga tradisi ini tetap hidup.
Di era modern, seni dan tradisi Maldives tidak hanya memperkuat identitas nasional, tetapi juga menawarkan peluang ekonomi melalui pariwisata budaya dan kerajinan berkelanjutan. Bagi wisatawan, menjelajahi budaya Maldives—melalui masakan, musik, atau kerajinan—adalah cara untuk menghargai keunikan negara ini di luar keindahan pantainya. Dengan komitmen untuk pelestarian, seni dan tradisi Maldives akan terus menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, memperkaya warisan budaya dunia.
BACA JUGA: Letak Geografis dan Fisik Alami Negara Saint Kitts and Nevis
BACA JUGA: Edukasi eksternal melalui Forum untuk Meningkatkan Kompetensi dan Kolaborasi Organisasi
BACA JUGA: Sejarah Lengkap dan Terinci Mobile Legends Season 5 2018